Foto Pribadi

Foto Pribadi

Rabu, 09 Desember 2015

Bubur Sumsum





Apa kabar teman-teman.. ? Rasanya sudah lamaaaa banget gak posting, padahal sudah ada beberapa resep masakan yang ingin aku bagikan. Biasa..yang namanya penyakit males kok gak ilang-ilang. Makanya kadang aku tuh salut banget sama teman blogger yang meskipun sibuk kerja tapi masih sempat posting secara rutin. Bagi aku sendiri untuk bisa posting secara rutin apalagi setiap hari.. waduuh perlu semangat ekstra dehh..! Lha mau posting seminggu atau sebulan sekali aja belum kesampaian... ya itu tadi penyakit malesnya masih terus menghinggapi hingga hari ini. Dan ternyataaaa... hari ini berhasil membangun semangat untuk duduk manis di depan lepi.. hahay..akhirnya..!! Yaach meskipun sebenarnya ini late post, karena sebenarnya bubur ini aku masak sudah beberapa bulan yang lalu.. heheh ^_^




Kali ini aku mau berbagi resep yang simple buat sarapan.. yaitu Bubur Sumsum. Kalau di daerah jawa yang namanya Bubur Sumsum mudah ditemui, banyak yang jual baik yang mangkal ataupun yang keliling kampung. Untuk yang keliling kampung biasanya dijajakan oleh  mbok-mbok atau ibu-ibu yang bawa tenggok ( keranjang dari bambu ) dengan cara digendong di punggung dan isinya kwali ( gerabah dari tanah liat bentuknya seperti panci ) yang berisi bubur sumsum ini. Dulu jaman kecilku kalau sore aku sering "nyegat" atau nunggu si mbok penjual bubur sumsum di depan rumah. Biasanya mereka "ider" atau jual keliling kampung waktunya pas siang menjelang sore. Yang dijual biasanya bukan hanya Bubur Sumsum saja tapi terkadang ada "Jenang Grendul" atau Bubur Candil dan aku suka dua-duanya. Kalau Bubur Sumsum disiram dengan kuah gula merah sedangkan Bubur Candil disiram dengan kuah santan kental yang gurih... hmm nyam-nyam.. rasanya lembut, manis legit dan gurih.. yummy..! Ahh..jadi ingat masa-masa kecil dulu.




Terkadang selera lidahku tuh aneh atau boleh dibilang "ndeso"..hiks. ^_^  Karena aku paling suka menikmati bagian-bagian makanan tuh yang pada umumnya orang gak suka. Contohnya ya Bubur Sumsum ini, aku paling suka menikmati bagian intipnya.. itu lho bagian paling bawah, paling dasar.. biasanya kan bagian paling bawah agak tebal dan gosong tuh... nah itu yang justru paling aku suka, rasanya unik.. gurih gimana gitu.. hihih. Makanya jaman kecil dulu aku lebih suka dilayani paling belakang, tujuannya ya itu tadi biar dapat bagian intipnya, tinggal dapat sisa-sisanya atau "koretannya" kalau orang jawa bilang.. heheh aneh ya.. ? Eh, tapi justru dapat porsinya lebih banyak lho.. biasanya sama si mboknya intipnya "ditumplek blek" semuanya di mangkuk... huadeuh bahasanya campur-campur apalagi nih ya... heheh ^_^

Di kota besar seperti Jakarta misalnya, yang namanya Bubur Sumsum susah ditemui. Kalaupun ada yang jual paling hanya satu dua yang menjajakan, itupun biasanya dijual di gelas plastik. Setahuku dijajakan keliling pakai sepeda atau terkadang ada yang mangkal di di suatu tempat dan itupun buburnya juga sudah dikemas di gelas-gelas plastik. Paling murah dijual Rp 5.000,- per gelas dan rasanya biasanya sekedarnya saja, buburnya gak gurih dan kuahnya gak legit. Makanya kalau aku kangen pengen makan Bubur Sumsum mending bikin sendiri saja.. lha wong mudah banget kok bikinnya. 





Yuukk.. mulai sekarang kita bikin sendiri saja di rumah, selain untuk sarapan bubur ini sangat pas dinikmati di sore hari sambil santai bersama keluarga. Teman-teman bisa menambahkan kuah gula merahnya dengan irisan pisang ataupun nangka.. wahh rasanya akan semakin nikmat lho..!
Okey.. siapa yang suka dan ingin mencoba bikin sendiri.. berikut resepnya ya.. ^_^


BUBUR SUMSUM
ann's recipe


Untuk 10 porsi

Bahan Bubur :
- 250 gram tepung beras ( aku pakai merk rose***** ) 
- 2000 ml ( 2 liter ) santan dari 1,5 butir kelapa
- 5 lembar daun pandan, simpulkan
- 1,5 sendok teh garam

Bahan Kuah ( rebus sampai mendidih dan kental ) :
- 400 gr gula merah, sisir halus
- 500 ml air
- 1/2 sendok teh garam
- 4 lembar daun pandan simpulkan 

Cara membuat :
Campur semua bahan bubur, masak di api sedang sampai meletup-letup sambil terus diaduk.
Masak terus sampai adonan mengental dan terlihat mengkilat. Angkat dan sajikan dengan kuah gula merah. Akan lebih nikmat jika ditambahkan pisang yang telah dikukus dan dipotong-potong ataupun nangka yang dipotong kecil-kecil.

So simple... dan rasanya..yummy.. !! ^_^
Tips :
Jangan buru-buru mengangkat adonan sebelum terlihat matang dan mengkilat, karena kalau bubur dimasak gak sampai matang sempurna maka akan menghasilkan bubur yang masih berbau tepung dan rasanya kurang enak. 
Gunakan api sedang, jangan terlalu kecil atau terlalu besar.
Tanda bubur sudah matang yaitu adonan terlihat berubah agak bening atau mengkilat, bukan putih keruh.
Agar bubur yang dihasilkan wangi atau tidak apek, gunakan tepung yang masih baru atau pastikan tanggal kadaluwarsanya masih jauh.
Supaya hasil bubur maksimal rasanya maka akan lebih bagus apabila memakai tepung beras yang masih fresh. Caranya rendam sendiri beras yang pulen semalaman, esok paginya tiriskan dan bawa ke tukang penggilingan. Kalau kesulitan dan merasa ribet maka dengan memakai tepung kemasanpun  bubur yang dihasilkan rasanya sudah enak kok.. asal tepungnya tidak kadaluwarsa dan cara memasaknya benar.





Posting Komentar